KONTROVERSI VUVUZELA


Para pemain, pelatih, dan komentator televisi serta radio menganggap vuvuzela tak layak ada di Piala Dunia.

Vuvuzela berbentuk seperti terompet biasa berbahan plastik, panjang setengah hingga satu meter, bercorak warna-warni dan gampang ditenteng ke mana-mana. Tapi jangan anggap terompet ini bunyinya biasa-biasa saja. Suaranya sangat keras dan bisa membuat jantung bergetar.

Tidak seperti terompet biasa, vuvuzela tidak ditiup dengan mengatupkan bibir pada bagian ujungnya. Akan tetapi, bibir ditempelkan pada bagian ujungnya dan digetarkan saat meniupnya. Hasilnya, bunyi yang memekakkan telinga.

Bisa dibayangkan jika suara itu dibunyikan puluhan ribu orang di stadion. Suara yang sangat memekakkan telinga akan membuat kepala pening jika tak tahan mendengarnya. Irama yang dihasilkan tidak beraturan, tanpa ritme, dan berlangsung konstan sejak penonton memadati stadion hingga mereka pulang.

Kendati menuai protes, para suporter Afsel telah siap melawannya, karena menurut mereka, pelarangan vuvuzela adalah bentuk neokolonialisme. Vuvuzela sudah menjadi bagian dari budaya Afsel. Jika muncul pelarangan, itu sama saja dengan melakukan penjajahan di negeri Afsel.

Suara vuvuzela menurut ahli suara dari Prancis, Mireille Tardy, jika ditiup secara maksimal akan menyamai suara jet yang sedang tinggal landas. Jika ditiup oleh banyak orang, maka suaranya akan seperti suara rombongan lebah dengan volume yang luar biasa. Gendang telinga bisa bergetar dan serasa mau pecah.

Sebuah lembaga yang fokus terhadap kesehatan pendengaran, Hear the World, telah melakukan tes kekerasan suara terhadap sejumlah instrumen yang digunakan para penonton di dalam stadion. Hasilnya memang menyebutkan vuvuzela punya tingkat decibels yang paling tinggi (mencapai 127 decibels). Sementara kekuatan gendang telinga manusia hanya dibawah 100 decibels.

Namun, vuvuzela sudah menjadi budaya Afsel, apalagi warga Afsel jika soal budaya sangat sensitif. Sebuag organisasi massa di Afsel pernah akan memboikot acara Piala Dunia 2010 jika tak mengedepankan adat dan budaya Afsel.
FIFA Bahas Kontroversi Jabulani Usai PD



JOHANNESBURG - Kontroversi mengenai Jabulani kini mencapai titik terang. Pasalnya pihak FIFA berencana akan membahas masalah ini usai ajang Piala Dunia digelar.

Jabulani adalah nama bola resmi untuk ajang Piala dunia. Jabulani dari kata Zulu yang berarti “Celebrate” atau merayakan, namun sepertinya tidak sesuai dengan realita yang ada saat ini.

Pasalnya kritikan tajam dan pedas menghujani bola keluaran Adidas itu. Banyak pemain yang mengeluhkan bola terlalu ringan dan sulit untuk mengontrol pergerakannya.

Sebagai contoh kasusnya, blunder yang telah dilakukan oleh beberapa kiper karena sulit membaca kemana arah bola bergerak. Ini jelas ini sangat merugikan apalagi di ajang paling bergensi seperti Piala Dunia. Bahkan pelatih Brasil Carlos Dunga terlibat adu mulut dengan sekretaris FIFA Jerome Valcke dan menantangnya untuk mencoba Jabulani di lapangan.

Berbagai kritikan yang semakin tidak terbendung, akhirnya FIFA angkat bicara. Federeasi sepak bola dunia itu akhirnya mengakui ada kekurangan pada bola dan memutuskan untuk membicarakan masalah ini usai perhelatan akbar sepak bola di Afrika Selatan digelar.


Bukan hanya secara teknologi yang membuat Jabulani istimewa. Bahan yang digunakan pun tidak sembarangan. Bahan yang dipakai sebagai lapisan luar adalah plastic polyurethane -- yang mudah dibentuk tiga dimensi -- sementara di dalamnya adalah busa karet dan busa plastik. Permukaan Jabulani juga memiliki bintik-bintik kecil yang digunakan untuk membelah air saat permainan berlangsung di tengah turunnya hujan.

Toh, meski diklaim stabil dan konsisten, kenyataannya malah berbeda. Pergerakan bola itu susah dikontrol dan liar. Apa yang terjadi pada Green adalah salah satu buktinya. Contoh lain bisa dilihat dalam laga Slovenia kontra Aljazair di Grup C. Di menit ke-79, penyerang Slovenia, Robert melepaskan tembakan ke arah kiper Faouzi Chaouci. Sang kiper sebenarnya mampu membaca arah bola. Namun entah kenapa, bola kemudian memantul melewati kedua tangan Chaousi dan masuk ke dalam gawang.

Blunder yang dilakukan Green dan Chaouci seolah menjustifikasi buruknya performa Jabulani. Maklum, sebelum turnamen akbar ini digelar, para penjaga gawang sudah ramai-ramai mengeluhkan kemapuan bola itu.

“Pergerakan bola di udara bisa berubah arah tiba tiba, sehingga menyulitkan kiper. Bola ini ini benar-benar tidak memadai. Saya pikir memalukan bila kompetisi penting seperti Piala Dunia harus menggunakan bola seperti itu," ujar kiper Italia Gianluigi Buffon.

“Bola itu seperti sebuah bencana," kata kiper Perancis, Hugo Lloris, tentang Jabulani. Kiper Brasil, Julio Cesar, menyebut Jabulani sebagai bola kelas pasar. Kiper Spanyol, Iker Casillas, meledek bola ini persis seperti bola pantai. Sedangkan kata "menakutkan" dipakai kiper inggris, David James. Kiper Uruguay, Fernando Muslera, menyebutnya sebagai "yang terburuk yang pernah saya gunakan".

Keluhan terhadap si kulit bundar yang khusus diciptakan untuk Piala Dunia 2010 ini tak hanya dilontarkan para penjaga gawang. Penyerang Brasil, Julio Baptista, menilai bola itu tak menguntungkan kiper maupun penyerang karena kerap bergerak ke arah yang tak terduga. Robinho, juga penyerang Brasil, Penyerang Brasil, Robinho, menilai bola itu dibikin oleh orang yang tak pernah bermain bola. Penyerang Italia, Giampaolo Pazzini, melukiskan bola itu kerap bergerak lebih liar dan susah dikontrol. "Anda melompat untuk menyundul bola sebuah umpan silang dan tiba-tiba bola bergerak, dan Anda pun luput," katanya.

Keluhan serupa juga dilontarkan Lionel Messi. "Bola sangat sulit bagi para penjaga gawang dan juga kami (pemain). Saya berharap kami terbiasa menggunakannya karena kami tidak memiliki pilihan," tambah Messi dalam sebuah wawancara di University of Pretoria, kamp Argentina beberapa waktu lalu. Bek Serbia, Nemanja Vidic yang menyebut Jabulani merepotkan pemain di semua posisi. “Orang sudah menyatakan pendapat mereka mengenai (Jabulani). Aku sendiri akan mengatakan bahwa bola ini menyulitkan pemain depan dan para bek. Yang bisa kukatakan adalah bahwa hal itu berlaku untuk semua orang," tambahnya.

Pelatih Belanda, Bert van Marwijk, juga mengeluhkan kualitas bola ini. Ia mengatakan timnya piawai mencetak gol dari tendangan bebas. Sayangnya, hal itu musykil terjadi akibat buruknya kualitas bola resmi Piala Dunia 2010 atau Jabulani. Setali tiga uang, pelatih tim Samba Carlos Dunga juga mengkritik performa Jabulani.

Meski dikecam sana-sini, desainer bola Jabulani, Dr Andy Harland menolak disalahkan. “Itu hanya karena para pemain belum terbiasa menggunakannya," tegasnya seperti dikutip Soccernet.

"Saya menjamin tidak ada masalah dengan bola tersebut," tambah Harland. "Kami sudah melakukan riset bertahun-tahun untuk membuat bola Jabulani. Karena memiliki panel lebih sedikit dari bola lain, Jabulani merupakan bola yang paling stabil," tegasnya.

Kecaman itu juga tak mengubah sikap asosiasi sepak bola paling tinggi, FIFA untuk menggantikan Jabulani dengan bola lain. Menurut Kepala Humas FIFA Nicolas Maingot FIFA telah mengesahkan bola tersebut dengan uji coba yang ketat.

“Lagi pula sejak bola itu digunakan pada partai uji coba, Februari lalu, tidak pernah ada keluhan dari para tim yang berlaga. Saya rasa tidak ada masalah dengan Jabulani,” kata Maingot.

Lepas dari segala kontroversi itu, yang jelas di era Jabulani ini miskin gol. Sejauh ini baru tercipta 25 gol di putaran pertama penyisihan grup. Jumlah gol ini merupakan yang terendah di antara turnamen Piala Dunia sebelumnya. Pada 1998, jumlah gol di putaran pertama ada 39 biji. Pada 2002 ada 46 gol dan di Piala Dunia empat tahun lalu tercipta 37 gol.

Catatan lainnya, kecuali duel Jerman-Australia dan Brasil-Korea Utara, setiap pertandingan di turnamen kali ini tak pernah menghasilkan lebih dari dua gol. Di Piala Dunia 1992 dan 2002, tujuh pertandingan berakhir dengan lebih dari sepasang gol. Pada 2006, ada delapan laga berakhir lebih dari dua gol di putaran pertama.

Di putaran pertama ini ada sembilan laga yang berakhir tanpa gol hingga turun minum, termasuk duel tim-tim besar seperti Spanyol, Brasil, dan Belanda. Bandingkanlah catatan ini dengan dua laga tanpa gol hingga istirahat pada putaran pertama penyisihan grup di Piala Dunia 2006 Jerman.

Selain itu, sampai putaran pertama berakhir, belum ada gol yang lahir dari tendangan bebas. Lalu, cuma ada dua gol yang berawal dari tendangan di luar kotak penalti. Dua-duanya berawal dari tendangan spekulasi dan berujung pada blunder kiper saat menangkap bola Jabulani. Gol itu adalah gol Clint Dempsey ke gawang Inggris dan gol Robert Koren ke gawang Aljazair.


“Kami tidak tuli. FIFA juga tidak menutup diri mengenai apa yang dikatakan tentang bola. Ada peraturan untuk ukuran dan berat, namun bola harus sempurna,” ujar Valcke saat konferensi pers seperti dikutip Reuters, Minggu (27/6/2010).

Valcke menambahkan bahwa pembahasan kontoversi ini akan diselenggarakan dalam bentuk workshop bersama pelatih dan juga kapten tim. Tujuannya adalah untuk mencari jalan keluar bersama.

BAHAYA PEMAKAIAN HP BERLEBIHAN

HATI-HATI BAHAYA HANDPHONE

Pemakaian handphone tampaknya saat ini semakin luas seiring dengan semakin dibutuhkannya handphone sebagai alat komunikasi cepat. Saat ini bukan hanya orang dewasa saja yang menggunakan handphone, anak-anak pun semakin banyak yang menggunakan sarana komunikasi ini. Orangtua harus berpikir dua kali sebelum memenuhi permintaan anaknya yang masih duduk di sekolah dasar memiliki telepon genggam. Sebab menurut sebuah penelitian, menggunakan telepon genggam sejak dini mempunyai risiko jangka panjang untuk kesehatan mereka.
Para peneliti di National Radiology Protection Board, Inggris, mengatakan radiasi elektromagnetik dari telepon genggam dapat merusak DNA dan mengakibatkan tumor otak. Orangtua seharusnya tidak memberikan telepon genggam pada anak-anak yang berusia 8 tahun atau di bawahnya sebagai tindakan pencegahan gangguan radiasi dari alat-alat tersebut.
Di seluruh dunia saat ini terdapat 570 juta pemakai hand-phone dan dalam jangka waktu 5 tahun lagi jumlahnya akan terus meningkat hingga mencapai 2,4 miliar.
Sudah banyak yang tahu tentang bahayanya signal handphone. Lebih bahaya lagi karena kita sering menggunakannya. Berbagai macam tips sudah kita ketahui bersama seperti gunakanlah handphone pada telinga sebelah kiri ketimbang sebelah kanan dan lainnya.
Berikut ini demo yang memperlihatkan bahaya signal handphone Anda!
Bahan yang diperlukan:
1. 8 Buah handphone
2. Sedikit biji popcorn (jagung)
3. Baiknya dilakukan oleh 4 orang
Cara demo:
1. Taruh handphone pada 4 arah mata angin di atas meja. Utara, Timur, Selatan dan Barat.
2. Beri jarak sehingga ditengah-tengah ke-4 handphone terdapat ruang kosong.
3. Taruh biji popcorn (jagung) ditengan-tengah 4 handphone tersebut
4. Masing-masing orang dengan sisa 4 handphone menelpon secara bersamaan ke masing-masing handphone yang terletak di atas meja.
5. Orang-1 dengan handphone-1 menelpon ke handphone yang terletak di Utara.
6. Orang-2 dengan handphone-2 menelpon ke handphone yang terletak di Timur.
7. Dan seterusnya
8. Lihat apa yang terjadi pada biji popcorn tersebut.
Biji popcorn langsung masak!
Bisa dibayangkan kita sebagai biji popcorn, sedangkan 4 handphone di atas meja adalah menara-menara BTS yang tersebar di antara kita, yang menerima dan menyambungkan panggilan signal handphone? Matanglah kita!

STOP MEROKOK

Stop Merokok

Menghirup asap rokok orang lain lebih berbahaya dibandingkan menghisap rokok sendiri. Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif.

Setyo Budiantoro dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekelilingnya.

Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. "Namun konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia hembuskan."

Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.

Berikut sejumlah zat berbahaya yang terkandung di sebuah batang rokok:
Tar
- Dalam tubuh manusia, tar memicu terjadinya iritasi paru-paru dan kanker.
- Dalam tubuh perokok pasif, tar akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Nikotin
- Dalam tubuh manusia menimbulkan efek adiksi atau candu yang memicu peningkatan konsumsi.
- Dalam tubuh perokok pasif, nikotin akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Karbon Monoksida
- Merupakan gas berbahaya yang dapat menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Pengikatan oksigen oleh karbon monoksida inilah yang kemudian memicu terjadinya penyakit jantung.
- Dalam tubuh perokok pasif, gas berbahaya ini akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Bahan kimia berbahaya
- Berupa gas dan zat berbahaya yang jumlahnya mencapai ribuan. Di tubuh manusia, bahan kimia berbahaya ini meningkatkan risiko penyakit kanker.
- Dalam tubuh perokok pasif, bahan kimia berbahaya ini akan terkonsentrasi 50 kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Mengutip hasil kajian WHO, Budi mengatakan, lingkungan bebas asap rokok merupakan satu-satunya strategi efektif untuk memberikan perlindungan bagi perokok pasif.

Penyediaan smoking area juga tak sepenuhnya melindungi para perokok pasif dari bahaya rokok. "Penyediaan smoking area di dalam gedung sama halnya dengan kencing di sudut kolam renang, akan menyatu juga," ujarnya. "Asap tetap akan menembus ventilasi."

Data Global Youth Survey tahun 1999-2006, sebanyak 81 persen anak usia 13-15 tahun di Indonesia terpapar asap rokok di tempat umum atau menjadi perokok pasif. "Padahal rata-rata persentase dunia hanya 56 persen," ujarnya.

Survei tersebut juga menunjukkan, lebih dari 150 juta penduduk Indonesia menjadi perokok pasif di rumah, di perkantoran, di tempat umum, di kendaraan umum.

Sedangkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2004 menunjukkan, lebih dari 87 persen perokok aktif merokok di dalam rumah ketika sedang bersama anggota keluarganya. Survei ini juga menemukan 71 persen rumah tangga memiliki pengeluaran untuk merokok.

MEMILIH TEMAN, MEMILIH MASA DEPAN

"Berkawan seorang bodoh yang tidak memperturutkan hawa nafsunya, jauh lebih baik daripada dengan berkawan seorang 'alim yang selalu memperturutkan hawa nafsunya." (Ibnu Atha'illah)
Memilih teman sama artinya dengan memilih masa depan. Memilih teman sama artinya dengan memilih perilaku. Memilih teman sama artinya dengan memilih kualitas ilmu. Maka, siapa pun yang ingin masa depannya cerah, perilakunya menawan hati, serta luas ilmu dan wawasannya, maka ia harus sangat pandai memilih teman.
Kita akan sulit berkembang bila sehari-hari kita bergaul dengan orang-orang malas. Kita pun akan sulit meraih kemuliaan akhlak, bila sehari-hari kita bergaul dengan orang yang buruk akhlaknya. Maka, tinggi rendahnya kualitas seorang manusia sangat dipengaruhi oleh kualitas orang yang menjadi temannya.
Rasulullah SAW bersabda, "Seseorang itu adalah menurut agama sahabat (karib)nya. Karena itu, ada baiknya seseorang dari kamu meneliti dulu siapa yang akan dijadikan sahabatnya" (HR Abu Dawud dan At-Turmudzi).
Orang seperti apa yang layak kita jadikan teman dekat? Yang pertama dan utama adalah orang yang baik akhlaknya dan mampu mengendalikan hawa nafsunya. Bahkan, Imam Ibnu Atha'illah dalam kitab Hikam mengatakan, "Berteman seorang bodoh yang tidak memperturutkan hawa nafsunya, jauh lebih baik daripada dengan berkawan seorang 'alim yang selalu memperturutkan nafsunya". Mengapa? Orang berilmu tapi memperturutkan hawa nafsu, biasanya akan membenarkan kemaksiatan yang dilakukannya dengan dalil-dalil Alquran dan hadis. Dikhawatirkan, lambat laun kita pun akan membenarkan kemaksiatan tersebut hanya karena bersandar pada dalil-dalil.
Saudaraku, bahaya terbesar dalam hidup adalah diperbudak nafsu. Tidak ada artinya limpahan harta, tinggi jabatan, banyaknya pengikut, tampannya rupa, atau luasnya ilmu, bila kita diperbudak nafsu. Saat diperbudak nafsu, semua yang kita miliki akan digunakan untuk memuaskan nafsu tersebut.
Ada baiknya kita berpikir sejenak, lihat siapa teman-teman dekat kita. Boleh jadi, kualitas diri kita tidak pernah mengalami perubahan karena salah memilih teman. Kita berteman akrab dengan orang-orang yang kualitasnya di bawah kita. Akibatnya, kita merasa paling saleh, paling pintar, dan paling hebat di antara teman-teman kita. Bila demikian, kita tertipu oleh kepintaran semua. Ketika kita salah melihat diri, kita pun akan salah dalam melangkah.
Idealnya kita berteman dengan orang-orang yang kualitasnya jauh lebih baik, sehingga kita tidak merasa paling pintar dan paling saleh. Justeru kita akan merasa paling kurang. Saat berteman dengan orang-orang yang berkualitas, biasanya kita akan terangsang dan termotivasi untuk belajar dan mengejar ketertinggalan. Karena itu ada yang mengatakan, kalau kita ingin menjadi ulama maka bergaulah dengan ulama; ingin menjadi pedagang, maka bergaullah dengan para pedagang; ingin menjadi seniman, maka bergaulah dengan seniman.
Saudaraku, setiap hari masalah yang kita hadapi akan semakin berat dan kompleks. Kita akan terpuruk bila banyaknya masalah tidak diimbangi dengan peningkatan kemampuan diri untuk menyelesaikannya. Maka, rugi bila dalam sehari kita tidak bertemu dengan orang yang lebih baik dari kita. Rugi karena kita tidak mendapat ilmu, wawasan, dan semangat baru. Dan celaka bila kita menjauh dan memusuhi orang-orang yang lebih baik dari kita. Wallahu a'la

Sebagaimana yang diwahyukan oleh Allah dalam Al Quran Surat Ali Imran :118

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.(QS 3:118)

TANPA DIRIMU

Aku memang bukan yang terbaik untukmu
dan aku memang bukan yang terindah bagimu

mungkin semuanya tak seperti dulu
saat kita bisa berbagi bersama
aku takkan rela bila kau tak ada disisiku

Reff :
ku berlari dan terjatuh ( disini )
ku mencari dan tak ada ( dirimu )
aku sendiri dan aku berdiri hanya untuk bersamamu
aku disini selalu menanti saat nanti kau akan kembali

mungkin seandainya kau ada disini
saat aku lelah dan tak tau arah
aku takkan rela bila kau tak ada disisiku

aku memang bukan yang terbaik ( aaaaaa aaa ) untukmu

HIKMAH ISRA' MI'RAJ

Momentum Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina kemudian naik ke Sidratul Muntaha adalah peristiwa yang sangat fenomenal dalam sejarah umat Islam. Mengapa demikian? Karena dari peristiwa inilah Nabi Muhammad SAW memperoleh perintah ibadah wajib, yakni sholat lima waktu yang langsung dari Allah SWT.

Perintah sholat ini kemudian menjadi ibadah wajib bagi setiap umat Islam dan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ibadah-ibadah wajib lainnya. Sehingga, dalam konteks spiritual-imaniah maupun perspektif rasional-ilmiah, Isra’ Mi’raj merupakan kajian yang tak kunjung kering inspirasi dan hikmahnya bagi kehidupan umat beragama (Islam).

Bersandar pada alasan inilah, Imam Al-Qusyairi yang lahir pada 376 Hijriyah, melalui buku yang berjudul asli ‘Kitab al-Mikraj’ ini, berupaya memberikan peta yang cukup komprehensif seputar kisah dan hikmah dari perjalanan agung Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, beserta telaahnya. Dengan menggunakan sumber primer, berupa ayat-ayat Al-Quran dan hadist-hadits shahih, Imam al-Qusyairi dengan cukup gamblang menuturkan peristiwa fenomenal yang dialami Nabi itu dengan runtut.

Selain itu, buku ini juga mencoba mengajak pembaca untuk menyimak dengan begitu detail dan mendalam kisah sakral Rasulullah SAW, serta rahasia di balik peristiwa luar biasa ini, termasuk mengenai mengapa mikraj di malam hari? Mengapa harus menembus langit? Apakah Allah berada di atas? Mukjizatkah mikraj itu hingga tak bisa dialami orang lain? Ataukah ia semacam wisata ruhani Rasulullah yang patut kita teladani?

Bagaimana dengan mikraj para Nabi yang lain dan para wali? Bagaimana dengan mikraj kita sebagai muslim? Serta apa hikmahnya bagi kehidupan kita? Semua dibahas secara gamblang dalam buku ini.

Dalam pengertiannya, Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan suci, dan bukan sekadar perjalanan “wisata” biasa bagi Rasul. Sehingga peristiwa ini menjadi perjalanan bersejarah yang akan menjadi titik balik dari kebangkitan dakwah Rasulullah SAW. John Renerd dalam buku ”In the Footsteps of Muhammad: Understanding the Islamic Experience,” seperti pernah dikutip Azyumardi Azra, mengatakan bahwa Isra Mi’raj adalah satu dari tiga perjalanan terpenting dalam sejarah hidup Rasulullah SAW, selain perjalanan hijrah dan Haji Wada. Isra Mi’raj, menurutnya, benar-benar merupakan perjalanan heroik dalam menempuh kesempurnaan dunia spiritual.

Jika perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah pada 662 M menjadi permulaan dari sejarah kaum Muslimin, atau perjalanan Haji Wada yang menandai penguasaan kaum Muslimin atas kota suci Mekah, maka Isra Mi’raj menjadi puncak perjalanan seorang hamba (al-abd) menuju sang pencipta (al-Khalik). Isra Mi’raj adalah perjalanan menuju kesempurnaan ruhani (insan kamil). Sehingga, perjalanan ini menurut para sufi, adalah perjalanan meninggalkan bumi yang rendah menuju langit yang tinggi.

Inilah perjalanan yang amat didambakan setiap pengamal tasawuf. Sedangkan menurut Dr Jalaluddin Rakhmat, salah satu momen penting dari peristiwa Isra Mi’raj yakni ketika Rasulullah SAW “berjumpa” dengan Allah SWT. Ketika itu, dengan penuh hormat Rasul berkata, “Attahiyatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibatulillah”; “Segala penghormatan, kemuliaan, dan keagungan hanyalah milik Allah saja”. Allah SWT pun berfirman, “Assalamu’alaika ayyuhan nabiyu warahmatullahi wabarakaatuh”.

Mendengar percakapan ini, para malaikat serentak mengumandangkan dua kalimah syahadat. Maka, dari ungkapan bersejarah inilah kemudian bacaan ini diabadikan sebagai bagian dari bacaan shalat.

Selain itu, Seyyed Hossein Nasr dalam buku ‘Muhammad Kekasih Allah’ (1993) mengungkapkan bahwa pengalaman ruhani yang dialami Rasulullah SAW saat Mi’raj mencerminkan hakikat spiritual dari shalat yang di jalankan umat islam sehari-hari. Dalam artian bahwa shalat adalah mi’raj-nya orang-orang beriman. Sehingga jika kita tarik benang merahnya, ada beberapa urutan dalam perjalanan Rasulullah SAW ini.

Pertama, adanya penderitaan dalam perjuangan yang disikapi dengan kesabaran yang dalam. Kedua, kesabaran yang berbuah balasan dari Allah berupa perjalanan Isra Mi’raj dan perintah shalat. Dan ketiga, shalat menjadi senjata bagi Rasulullah SAW dan kaum Muslimin untuk bangkit dan merebut kemenangan. Ketiga hal diatas telah terangkum dengan sangat indah dalam salah satu ayat Al-Quran, yang berbunyi “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”

Mengacu pada berbagai aspek diatas, buku setebal 178 halaman ini setidaknya sangat menarik, karena selain memberikan bingkai yang cukup lengkap tentang peristiwa Isra’ mikraj Nabi saw, tetapi juga memuat mi’rajnya beberapa Nabi yang lain serta beberapa wali. Kemudian kelebihan lain dalam buku ini adalah dipaparkan juga mengenai kisah Mikrajnya Abu Yazid al-Bisthami. Mikraj bagi ulama kenamaan ini merupakan rujukan bagi kondisi, kedudukan, dan perjalanan ruhaninya menuju Allah.

Ia menggambarkan rambu-rambu jalan menuju Allah, kejujuran dan ketulusan niat menempuh perjalanan spiritual, serta keharusan melepaskan diri dari segala sesuatu selain Allah. Maka, sampai pada satu kesimpulan, bahwa jika perjalanan hijrah menjadi permulaan dari sejarah kaum Muslimin, atau perjalanan Haji Wada yang menandai penguasaan kaum Muslimin atas kota suci Mekah, maka Isra Mi’raj menjadi “puncak” perjalanan seorang hamba menuju kesempurnaan ruhani.